Lagu Daur Ulang Pengantar Tidur

No Comments

Photo of author

By Gemaulani

 
Selamat malam! Terakhir update blog itu minggu lalu, membahas tentang patah hatiku terhadap seseorang. Oh iya, kamu udah baca belum? Kalau belum coba lihat di “Sebentuk Cinta Tak Termiliki,” bacanya kalau bisa sambil puter lagu “Aku Bukan Untukmu tapi versi Rossa.” Aku nulisnya nggak pake hati tapi tetep merasa patah hati jadinya klise. Oke, skip!
Malem-malem kayak gini enaknya tidur ya, selimutan sambil peluk guling. Tapi aku lagi susah tidur, biasanya biar cepet ngantuk suka muter lagu-lagu selow melow. Kebanyakannya sih lagu daur ulang, ehm alias lagu yang di aransemen ulang. Kenapa seneng lagu daur ulang? Karena aku nggak lagi mengikuti perkembangan musik. Mmm gimana ya, acara musik sekarang itu …
Lagu daur ulang yang melow ada banyak, tapi yang pas di hati saat ini sih cuma beberapa yang mungkin akan mempermudah aku buat move on, dan beberapa itu adalah :
1. Bimbang – Goodbye Felicia & Stephanie Poetri
Yeay, dari dulu aku udah suka lagu ini. Dan setelah di daur ulang aku makin suka. Lagu ini juga merupakan salah satu soundtrack AADC 2, dulu di AADC pertama juga ada. Dulu selow banget sekarang agak nge-beat. Suka banget pas bagian, “kata orang rindu itu indah, namun bagiku ini menyiksa. sejenak kupikirkan untuk kubenci saja dirimu, namun sulit tuk membenci.” Iya, rindu sama kamu itu emang menyiksa.

2.  Sahabat Jadi Cinta – Mike Mohede
Ini lagu favorit banget waktu masih abege, lagu punyanya Zigaz. Begitu di daur ulang sama Mike Mohede, aku ngerasa lagu ini makin nusuk ke hati. Iringan piano sama suara khasnya itu lho, beuh perpaduan yang pas. Meski bibirku terus berkata tidak, mataku trus pancarkan sinarnya. Mata itu sama kek hati nggak bisa bohong. Coba dulu kamu liat mataku aja, kamu pasti tahu *ups.
3. Seribu Tahun Lamanya – Tulus
Ini penyanyi aslinya itu … Jikustik. Dan aku ngefans sama lagu-lagunya Jikustik. Tulus mendaur ulang lagu ini dan bikin aku nostalgia. Karna ku yakin kan datang saatnya, kau jadi bagian hidupku … kau jadi bagian hidupku. Masalahnya aku nggak mungkin berharap kalau kau-nya itu kamu. Kau-nya aku masih tanpa nama dan sosoknya pun belum terlihat. Lol.
4. C.I.N.T.A – Yuka Tamada
Ini lagunya D’Bagindas yang di daur ulang oleh Yuka. Hasilnya, ini lagu terasa lebih berkelas dari sebelumnya. Tapi aku juga suka versi aslinya. Tapi versinya Yuka jelas lebih aku suka. Luka-luka-luka yang kurasakan, bertubi-tubi-tubi yang kau berikan. Cintaku bertepuk sebelah tangan, tapi aku balas senyum keindahan. Padahal cinta aku dan kamu hampir tepuk tangan ya. Ini aku nulisnya nggak serius kok. Cuman kalau susah tidur emang suka agak-agak ngaco.
5. Semusim – Astrid
Waktu Marcell nyanyiin lagu ini … dulu. Aku udah suka, ditambah sekang di daur ulang Astrid, ya aku makin suka dong. Iya, aku emang suka suara khasnya Astrid. Tak mudah bagiku, melupakanmu … iya melupakan kamu emang nggak semudah yang aku bayangin sebelumnya. Berulang-ulang aku mencoba lari dari kamu, kenyataannya hati dan pikiranku emang udah berhenti berlari sejak lima koma lima tahun lalu. Sekarang? aku mau coba lari lagi … sekuat tenaga.
6. Hingga Akhir Waktu – Gita Gutawa
Gita Gutawa mendaur ulang lagunya Nineball. Dulu lagu ini juga favoritnya aku. Duh apa sih Gilang, semuanya aja di favoritin. Tapi ya gimana, emang liriknya pas di hati. Setelah di daur ulang Gita Gutawa lagunya makin pas di hati. Kuingin kau di sini, tepiskan sepiku bersamamu … hingga akhir waktu. Bukan kamu, tapi dia … seseorang yang bakal nemenin aku kelak.
7. Berhenti Berharap – Astrid
Pada tahu kan lagunya Sheila On 7 yang satu ini? Nah lagu yang ini di daur ulang Astrid. Tiap denger lagu ini dan yang nyanyi Astrid, aku makin sedih. Aku pulang tanpa dendam, kuterima kekalahanku. Iya, aku mau pulang aja dari depan pintu hati kamu, aku ngaku, aku kalah.
8. Untuk di Kenang – Endah N Rhesa Feat Pongky Jikustik
Soal masalah perasaan, lagu-lagunya Jikustik emang salah satunya. Kalau di daur ulang sama Endah N Rhesa yang akustiknya super keren, jadinya ini lagu tambah keren, tambah melow. Tulisan dariku ini, mencoba mengabadikan. Mungkin akan kau lupakan, atau untuk di kenang. Aku udah terlalu banyak nulis tentang kamu, jadi terserah deh, mau kamu lupain atau kamu kenang. Kalau dibaca berulang-ulang juga boleh.
Nah kalau kalian suka lagu daur ulang yang mana buat pengantar tidur? Coba bisikin aku, biar aku makin galau cepet tidur.

Leave a Comment