Manfaat Hutan dan Cara Melestarikan Alam

By Gemaulani

Menurut teman-teman, apa itu hutan? Ya, betul. Hutan adalah lahan daratan yang luas, di mana di dalamnya tumbuh pepohonan, tumbuhan lain yang rimbun, hewan, dan organisme lainnya. Ada banyak jenis hutan di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Salah satunya adalah hutan hujan tropis.

Apa yang dimaksud dengan hutan hujan tropis? Hutan hujan tropis adalah wilayah daratan berupa hutan  di wilayah tropis yang selalu basah atau lembap.

Di Indonesia, kamu bisa menemukannya di pulau Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Jadi, apa sebenarnya manfaat hutan dan apakah teman-teman tahu kalau Indonesia merupakan negara dengan Hutan Hujan Tropis terbesar ke-3 di dunia?

Lanjut baca sampai akhir yuk biar tahu jawabannya. Di sini juga saya akan membahas manfaat melestarikan hutan.

Apa Saja Manfaat Hutan?

1. Menjadi Paru-paru Dunia

Saya yakin, teman-teman pasti sudah sering mendengar kata paru-paru dunia sejak kecil, bukan? Iya, memang tidak dimungkiri jika hutan berperan penting menjadi penghasil oksigen di bumi.

Hutan yang subur mampu menyerap karbon dioksida dalam jumlah besar dan melepaskannya menjadi oksigen. Menurut informasi yang saya baca di www.arborday.org, berdasarkan penelitian NCSU, satu pohon dewasa mampu memenuhi kebutuhan oksigen untuk 4 orang per hari.

Nah, coba bayangkan aja, dengan banyaknya pohon dan tanaman yang bisa menyerap karbon dioksida di hutan, semakin banyak juga oksigen atau udara bersih yang bisa membantu makhluk hidup, terutama manusia untuk menjalani kehidupan.

Baca juga: Beragam Cara Meminimalisir Perubahan Iklim

2. Menjaga Suhu Bumi Supaya Tetap Dingin

Tak hanya mengubah karbon dioksida menjadi oksigen yang membantu manusia untuk bernapas. Karbon dioksida juga diserap beberapa jenis tumbuhan di hutan pada proses fotosintesis.

Penyerapan dan penyimpanan karbon dioksida dalam daun, kayu, tanah dengan jumlah besar selama ratusan bahkan ribuan tahun ini tentunya membantu bumi supaya tetap dingin.

3. Mencegah Terjadinya Longsor dan Banjir

Hutan menjadi daerah resapan air yang baik. Akar dari pohon-pohon yang tumbuh subur di hutan akan mencengkeram tanah dengan kuat.

Dengan begitu butiran tanah akan terikat. Selain itu, kelebihan air yang berasal dari curah hujan tinggi bisa diserap dengan baik. Hal tersebut tentunya bisa mencegah terjadinya tanah longsor dan banjir bandang.

4. Menjaga Kesuburan Tanah dan Menyimpan Cadangan Air

Beragam tumbuhan di hutan berfungsi dalam menyuburkan tanah. Ini bisa terlihat dari daun-daun yang berguguran, mengalami proses pembusukan, lalu terurai di atas permukaan tanah.

Tahapan-tahapan tersebut akan membantu menjaga kesuburan tanah. Tanah yang subur ini tentunya akan mempermudah proses saat kita melakukan reboisasi atau penanaman hutan kembali.

Baca juga: Beberapa Upaya Menjaga Bumi

5. Membersihkan Udara Kotor dan Menjadi Sumber Air Bersih

Sama halnya seperti pepohonan atau tanaman yang tumbuh di daerah perkotaan maupun pedesaan. Pohon atau tanaman hutan juga bisa membersihkan polusi udara.

Tak hanya polutan dalam bentuk karbon dioksida saja. Nitrogen dioksida dan sulfur dioksida pun bisa diserap oleh tumbuhan hutan dan menjadikan udara menjadi bersih.

Teman-teman pernah bertanya-tanya enggak kenapa produsen air mineral mengambil sumber airnya dari pegunungan. Itu bukan tanpa sebab lho.

Ini karena daerah pegunungan punya hutan lebat yang tanahnya mampu memurnikan air. Ini juga yang terjadi pada kelebihan air hujan yang tidak diserap oleh pepohonan.

Kelebihan air hujan ajan tersimpan di dalam tanah. Nah, tanah sendiri memiliki beberapa lapisan alami, di antaranya ada batu dan pasir. Lapisan ini akan menyaring air hujan menjadi bersih. Air bersih ini tentunya bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan manusia.

Baca juga: Desa Eco Wisata Kampung Merabu

6. Rumah Bagi Beraneka Flora dan Fauna

Tidak dimungkiri jika keberadaan hutan menjadi rumah untuk berbagai macam jenis flora (tumbuhan) dan fauna (binatang/hewan). Keberadaan flora dan fauna ini merupakan bagian dari ekosistem hutan.

Hutan menjadi penyedia berbagai kebutuhan makanan, air, dan udara yang penting untuk kehidupan di muka bumi.

7. Rumah Bagi Masyarakat Adat dan Tempat Berwisata

Emang ada ya masyarakat yang tinggal di hutan? Ada, namanya masyarakat adat. Eh tapi kayaknya enggak cuma masyarakat adat deh. Ada banyak masyarakat biasa yang peduli lingkungan yang juga hidup di hutan.

Contohnya keluarga Kalaweit yang viral di media sosial dan teman seasrama saya kemarin di tempat les bahasa Jepang.

Masyarakat adat maupun masyarakat yang tinggal di kawasan hutan perhutani menjadi garda depan dalam menjaga keanekaragaman lingkungan maupun hayati di dalamnya. Hutan menjadi sumber kehidupan untuk melepaskan rasa lapar dan dahaga. Namun, mereka mengambil seperlunya.

Selain itu, untuk hutan homogen, seperti hutan pinus dan hutan lindung tentunya bisa menjadi tempat untuk berwisata.
Manfaat hutan sebagai tempat wisata dan rumah masyarakat adat

Melihat Keindahan Hutan Indonesia dan Mengapa Hutan Hujan Tropis Indonesia Menduduki Peringkat Ke 3 Besar Dunia?

Teman-teman pasti sering melihat foto atau video keindahan hutan Indonesia yang tersebar di internet, bukan? Jangankan hutan yang besar seperti hutan Kalimantan yang sering muncul di YouTube keluarga Kalaweit.

Hutan homogen seperti hutan pinus yang ada di kota domisili saja pas dikunjungi bikin kagum dan nagih karena indah. Udah gitu udaranya segar dan bonusnya bisa dengar suara burung bernyanyi.

Oh ya, sebagai informasi, menurut data Forest Watch Indonesia (FWI) di tahun 2013 lalu, hutan hujan tropis Indonesia menduduki peringkat ketiga besar dunia setelah Brazil dan Kongo.

Dengan begitu, hutan hujan tropis Indonesia mendapat julukan paru-paru dunia.  karena menduduki peringkat ketiga setelah Brazil dan Republik Kongo. Julukan ini diberikan karena Indonesia memiliki 82 juta hektar daratan yang masih tertutup hutan.

Baca juga: Mengajarkan Anak Supaya Tanggap Bencana Alam

Jadi, berapa sih luas hutan Indonesia ini? Ternyata luas kawasan hutan Indonesia itu mencapai 125 juta hektar. 125 juta hektar ini terbagi menjadi hutan konservasi, hutang lindung, kawasan konservasi, hutan produksi, area penggunaan lain, hutan primer, hutan sekunder, dan tutupan hutan.

Hutan hujan tropis di Indonesia tersebar di pulau Sulawesi, Kalimantan, Sumatera, dan Papua. Tak hanya luas, hutan Indonesia juga memiliki keberagaman flora dan fauna sekitar 30 juta.

Keindahan alam hutan Indonesia
sumber: Canva Pro

Fakta Kebakaran Hutan dan Lahan di Indonesia

Sayangnya banyak sekali ancaman terhadap kelestarian hutan Indonesia lho. Mulai dari deforestasi atau aktivitas penebangan hutan tahunan hingga sering terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) hampir setiap tahunnya.

Terparah di tahun 2019 yang asapnya sampai ke beberapa negara tetangga dan banyak menimbulkan kerugian ekonomi, kesehatan, hingga menyebabkan kematian.

Bagaimana dengan tahun 2023? Menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), dari Januari hingga Juli 2023. Luas areal kebakaran hutan dan lahan mencapai 90.405. Kebakaran ini menghasilkan emisi karbon dioksida (CO2) lebih dari 5,9 juta ton

Dampak Kebakaran Hutan dan Lahan Bagi Iklim dan Lingkungan

Dampak kebakaran hutan dan lahan mengancam ekosistem dalam hutan. Baik flora maupun fauna. Selain itu, asap kebakaran dapat mengganggu kesehatan masyarakat di sekitar dan mengganggu kehidupan, termasuk perekonomian.

Dampak kesehatannya bisa berupa:

  • Infeksi saluran pernafasan atas (ISPA)
  • Asma
  • Iritasi mata, tenggorokan, dan hidung.
  • Paru-paru obstruktif kronik.
  • Penyakit Jantung.
  • Parahnya bisa berdampak pada kematian.

Sementara itu, dilihat dari segi perekonomian, kabut asap dapat membatasi aktivitas manusia untuk bekerja karena jarak pandang yang terbatas. Keterbatasan ini juga bisa mengganggu aktivitas transportasi, terlebih transportasi udara atau penerbangan.

Asap dan emisi gas karbon dioksida disertai gas lainnya yang menyebar di udara tentu sulit untuk dinetralisir karena pepohonan dan tumbuhan di hutan sudah terbakar habis. Ini berdampak pada pemanasan global dan perubahan iklim.

Lebih dari itu, karhutla akan mengubah hutan subur menjadi hutan gundul yang tidak mampu lagi menampung cadangan air ketika musim hujan.

Saat itulah tanah longsor dan banjir bandang menjadi ancaman bagi lingkungan sekitar. Selain itu, manusia juga akan merasakan kesulitan mendapatkan pasokan sumber air bersih.

Solusi untuk Mengatasi Kebakaran Hutan dan Lahan

  • Jangan membakar sampah di lahan atau hutan. Angin yang bertiup bisa membuat api merambat cepat dan memperbesar kemungkinan menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan.
  • Berikan jarak minimal 50 kaki dari bangunan dan 500 kaki dari hutan jika ingin membakar sampah.
  • Jangan membuang puntung rokok sembarangan, apalagi dalam keadaan masih menyala.
  • Ketika berada di hutan atau lahan, jika ingin membuat api unggun, maka jangan di area yang rawan terbakar.
  • Melakukan pemetaan dan pemantauan titik api. Di Indonesia, titik api di lahan gambut dan hutan. Terbanyak ada di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
  • Melakukan patroli dan pengawasan ketat terutama di musim kemarau oleh Polisi Hutan.
  • Mendeteksi kebakaran hutan dan lahan sedini mungkin dengan cara mendirikan menara pengawas yang dilengkapi berbagai alat penting. Misalnya jarak teropong dan alat untuk berkomunikasi.
  • #BersamaBergerakBerdaya dengan cara melakukan penyuluhan ke masyarakat yang tinggal dekat hutan. Ini supaya kesadaran dan kepedulian mereka akan bahaya kebakaran hutan/lahan lebih meningkat.
  • Usahakan menyediakan tempat penampungan air pada titik-titik rawan terbakar.

Cara Menjaga Hutan dan Melestarikan Alam

Supaya bisa melestarikan alam sebagai persembahan #UntukmuBumiku, kita bisa berupaya untuk sama-sama saling mengingatkan dalam melakukan hal-hal berikut:

  • Tidak melakukan penebangan pohon dengan sembarangan atau ilegal.
  • Melakukan penanaman pohon dan tumbuhan kembali (penghijauan) sehingga bisa menggantikan pohon yang sudah ditebang.
  • Menjaga kelestarian alam bisa dimulai dengan tidak membuang sampah di hutan. Kemudian tidak merusak tumbuhan dan pohon, seperti melakukan penebangan ilegal. Dilanjutkan dengan idak melakukan pembakaran hutan, turut mencegah kebekaran hutan, dan menjaga kelestarian fauna yang tinggal di hutan.
  • Melakukan tebang pilih dalam memenuhi kebutuhan manusia akan kayu. Maksudnya di sini adalah hanya menebang pohon yang umurnya sudah cukup tua disertai diameter dan tinggi yang cukup. Termasuk menebang pohon yang akan roboh, hampir mati, bahkan sudah mati. Dengan begitu pohon muda bisa berkembang.
  • Terapkan sistem tebang tanam setelah tebang pilih. Jadi, untuk setiap pohon yang ditebang, maka langsung digantikan bibit tunas baru.
  • Mendukung konservasi sumber daya alam yang sesuai perundang-undangan. Misalnya membuat kawasan suaka alam. Bisa berupa cagar alam dan suaka margasatwa atau kawasan pelestarian alam seperti taman nasional, taman hutan raya, serta taman wisata alam.
  • Memberikan sanksi berat untuk pelaku perusakan hutan. Baik itu penebangan liar maupun karhutla.

Hutan adalah paru-paru dunia yang memiliki banyak manfaat lainnya bagi kehidupan seluruh makhluk di bumi. Hutan di Indonesia memiliki banyak jenis, salah satunya Hutan Hujan Tropis yang menjadi hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia.

Nah, supaya hutan kita tetap lestari dan terselamatkan dari karhutla, Yuk #BersamaBergerakBerdaya menjaga hutan!

Sumber referensi:

Hutan Adalah: Pengertian, Jenis, Ciri-ciri dan Manfaat Hutan

https://www.internationalanimalrescue.or.id/kenali-5-manfaat-hutan-bagi-kehidupan/
https://www.gramedia.com/literasi/manfaat-hutan/
https://katadata.co.id/safrezifitra/berita/6103accd9876b/pentingnya-mengenal-manfaat-hutan-bagi-kehidupan
https://www.arborday.org/trees/treefacts/
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-5792555/5-negara-dengan-hutan-hujan-tropis-terluas-di-dunia-indonesia-urutan-berapa
https://www.qualitasertifikasi.com/kawasan-hutan-hujan-tropis-indonesia-dan-ancaman-yang-mengintai
https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2023/08/18/luas-kebakaran-hutan-indonesia-capai-90-ribu-hektare-sampai-juli-2023
https://damkar.bandaacehkota.go.id/2020/07/19/17-cara-mencegah-kebakaran-hutan-dan-lahan/
https://indonesiabaik.id/infografis/tips-cegah-kebakaran-hutan-lebih-dini
https://pusatkrisis.kemkes.go.id/hindari-kebakaran-hutan-dengan-5-langkah
https://pustandpi.or.id/2021/12/31/sikap-yang-dilakukan-untuk-menjaga-kelestarian-hutan/
https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-6765605/cara-pelestarian-hutan-dan-fungsinya-bagi-makhluk-hidup-jangan-asal-tebang
https://indonesiabaik.id/infografis/waspada-dampak-kebakaran-hutan-dan-lahan

Tinggalkan komentar