review film kita kita komedi romantis filifina atau i see you latar jepang

Kita kita, Film Komedi Romantis Filipina 2017

7 Comments

Photo of author

By Gemaulani

Belakangan ini aku lebih suka film thriller sama horor. Tapi ini enggak lantas menjadikan aku seorang psikopat ya gaes ya, ehehe. Meski begitu, aku tetap kok sesekali menikmati film romance sampai komedi romantis. Biar ada manis-manis juga dalam hidup yang pahit.

Aku jujurly bukan orang yang seneng nonton di bioskop. Kenapa? Aku kurang suka bepergian ke tempat ramai dan lebih suka nonton sambil rebahan. Jadi aku lebih suka nonton lewat netflix, iflix, viu, dan lainnya. Nah, di iflix, aku sempat nonton Film komedi romantis berjudul Kita Kita dari Filipina.

Pas baru lihat judul sama cover filmnya yang ada tulisan katakananya, aku auto kesemsem. Jatuh cinta pada pandangan pertama gitu lah. Judul bahasa Inggris dari film Kita Kita adalah I See You (2017).

Film ini udah di-remake juga sama sineas Indonesia, judulnya jadi Cinta Itu Buta. Yang main Sandy Aulia sama Dodit Stand-up Comedy. Latar tempatnya jadi Korea Selatan tapi. Ya udah yuk aku mulai spill soal filmnya.

Review Kita Kita (I See You) Film Komedi Romantis Filipina Tahun 2017

Film ini berlatarkan kota Sapporo, Hokkaido, Jepang. Latar film yang sukses membuat aku semakin ingin bisa ke Jepang suatu hari nanti. Ya gimana, tempat tinggal perempuan bernama Lea (sang tokoh utama) ini rumahnya mungil, terbuat dari kayu tapi lingkungan sekitarnya kelihatan menyenangkan.

Apalagi Lea suka merawat bunga-bunga di depan rumahnya. Jadi kayak rumah di pedesaan yang asri banget. Tapi setelah kutelusuri, Sapporo ini memang 田舎 (pedesaan).

Baca Juga: Rekomendasi Drama Korea Terbaru

Lea (Alessandra De Rossi) ini warga negara Filipina yang bekerja sebagai pemandu wisata di Sapporo. Dia fasih berbahasa Jepang dan Inggris. Kedua orangtuanya udah meninggal. Dia cuma punya seorang adik perempuan yang enggak tinggal bersama dia.

Film kita kita adalah komedi romantis tentang sesama warga filifina yang saling jatuh cinta

Konflik Awal dalam Film I See You 2017

Oke, mari kita masuk ke konfliknya. Di suatu pagi adiknya menelepon, menanyakan kabar Lea dan tunangannya. Plus pertanyaan nyebelin kayak tetangga kepo di Indonesia.

Hayo pasti pada tahu. Yup, pertanyaannya kapan nikah? *Eh. Tapi bukan karena kepo, melainkan adiknya khawatir karena kakaknya udah tunangan cukup lama tapi enggak juga melangsungkan resepsi pernikahan.

Terus adiknya juga memberitahu Lea kalau dia mau ambil cuti buat pernikahan Lea. Di sini aku seneng dengar mereka ngobrol pakai bahasa Tagalog (Bahasa ibu orang Phillipines).

Lea berkelit, dia bilang akhir-akhir ini tunangannya sibuk. Padahal si tunangan susah dihubungi dengan alasan sibuk kerja ke luar kota.

Baca juga: Film Karya Makoto Shinkai yang Wajib Ditonton

Tunangannya Lea ini 日本人(orang Jepang asli). Redflag banget cowoknya. Di hari jadi mereka aja enggak menyempatkan untuk menemui Lea di tempat-tempat spesial mereka.

Lea sendirian dan merasa sangat kecewa. Tapi pas pulang ke rumah dan menemukan buket bunga di meja depan, Lea langsung baikan via sambungan telepon sama tunangannya.

Keesokan harinya, di suatu pagi yang cerah Lea menikmati sarapan di taman. Di sana dia melihat temannya yang juga asal Filipina tapi ada turunan Jepangnya lewat dengan wajah ditekuk.

Asli deh wajah perempuan yang satu ini enggak enak banget menanggapi ajakannya Lea buat makan bareng atau pergi minum nanti malam dan minta dia cerita kalau ada masalah.

Setelah perempuan itu pergi, datanglah seorang wanita paruh baya membawakan secarik kertas bertuliskan kita bertemu di tempat minum biasa nanti malam pakai emot hati. Tanpa pikir panjang Lea pun berangkat ke sana, karena mengira surat romantis itu dari tunangannya.

Baca juga: Review On Your Wedding Day Korean Version

Apa yang terjadi? Lea menemukan sang tunangan sedang bermesraan dengan temannya itu. Lea emosi jiwa, aku juga ikutan.

Tapi unik sih di bagian ini, Lea ingat nasihat kalau mau marah itu ambil napas, lalu hitung mundur dari angka 10. Apa yang sebenarnya dirasakan, apa yang mau dikatakan. Dan Lea pun enggak berkata-kata dia pergi meninggalkan mereka dalam kekecewaan tentunya.

Tunangannya nyusul Lea, minta maaf, dan dibalas Lea dengan mengembalikan cincinnya. Selepas itu, dunia Lea berubah seratus delapan puluh derajat.

Lea kehilangan penglihatannya akibat terlalu stress. Udah jatuh tertimpa tangga, keruntuhan batu bata ya ini mah. Udah tunangannya selingkuh sama teman, eh dianya buta. Oh kejamnya dunia!

Konflik Akhir dalam Film Kita Kita

Di tengah frustrasi dan kondisinya yang buta, ada seorang tetangga laki-laki yang mendatanginya. Katanya baru pindah, asalnya dari Filipina juga dan butuh teman ngobrol. Lea enggak menggubris.

Tapi laki-laki itu besoknya datang lagi sambil menawarkan makanan yang dibuatnya. Lea tetap enggak menggubris sampai di kesempatan berikutnya dia ngamuk dan minta jangan diganggu. Tapi perlahan malah merasa kehilangan. Ya gitulah … penyesalan di akhir. Kalau di awal ya pendaftaran.

Akhirnya sih Lea luluh juga, dia membiarkan si laki-laki bernama Tonyo itu jadi temannya dan setiap pagi membangunkan Lea dengan teriakan kabayan (baca : teman sekampung).

Baca juga: Review Film Friend Zone Thailand

Banyak kejadian lucu dan menarik selama mereka bersama sih. Apalagi Tonyo minta Lea jadi guide wisata buat dia. Terbukalah ternyata butanya Lea sementara kalau enggak lebih dari sebulan.

Hal yang paling aku enggak kuat ingin ngakak guling-guling adalah bagian mereka pura-pura menikah, jadi pasangan pengantin di rumah Tonyo terus pasang gembok cinta yang Lea minta kuncinya malah dikasih kunci rumah Tonyo. Gemes ampun deh. Pokoknya Tonyo selalu berusaha membuat Lea bahagia dan nyaman berada di dekatnya.

Film ini semakin lama semakin menuju ke klimaksnya. Aku dibawa untuk menebak-nebak, apakah Lea akan tetap suka pada Tonyo ketika penglihatannya kembali, atau justru menjauh.

Tentu saja Lea tetap suka berada di sisi Tonyo dan bahagia melihat sosoknya saat penglihatannya kembali. Karena dia cinta Tonyo bukan karena buta melainkan karena ketulusannya Tonyo.

Baca juga: Review Film Dilan dan Milea

Endingnya … kzl eh kesel asli. Mengapa Tonyo harus pergi dengan cara seperti itu. Sinetron dalam negeri jadinya yang kuingat. Kan kasihan Lea baru aja melihat kembali dunia dan melihat senyuman Tonyo di seberangnya sambil memperlihatkan sebuah boneka (Tonyo sadar Lea udah bisa lihat dia dan bahagia banget) eh malah kelar Tonyonya.

Kepergian Tonyo yang mendadak emang menyebalkan sih, tapi tertutupi dengan banyak rahasia yang disembunyikan oleh Tonyo. Setidaknya ku tahu Tonyo bukanlah laki-laki yang menyukai Lea karena Lea tergolong punya kecantikan atau manis yang lebih.

Tonyo suka Lea karena kebaikan dan ketulusan hati Lea saat Tonyo berada di masa sulitnya. Yang tentunya enggak disadari Lea. Itu terkuak dari surat dan barang-barang Tonyo di rumahnya.

Penasaran enggak apa aja rahasia Tonyo lainnya yang terkuak itu. Nonton sendiri deh filmnya. Yang suka komedi romantis cocok banget buat nonton ini. Durasi 1 jam 20 menitan enggak kerasa karena serunya interaksi Lea dan Tonyo.

Cuma ya gitu, komedi romantis yang berakhir tragis…

7 thoughts on “Kita kita, Film Komedi Romantis Filipina 2017”

  1. Mba tp ini berarti ttp aja ga berakhir bahagia yaa:D? Duuuh aku kalo nonton film yg akhirnya sedih, bisa baper sampe lama. Apalagi ada cerita diselingkuhi di awal :p.

    Aku apdahal otomatis VIP di iflix Krn aku langganan Indihome. Tp jujur aja g terlalu sering nonton film2nya Krn banyak yg ga sesuai seleraku. Walopun ada yg bgs2 juga, aku sempet nonton.

    Film Filipina itu rasanya mirip Ama sinetron kita yaaa, banyak yg sedih, menderita, si kaya dan si miskin.. aku pernah nonton bbrp drama Filipina soalnya. Tp ya itu, kalo akhirnya ga bisa bersama buatku sad ending hahahah :p.

    Reply
  2. Ih jadi penasaran pengen nonton film ini. Kebetulan saya juga punya Iflix dari Indihome.
    Etapi gak happy ending ya? Duh…bakalan baper saya! Hiihi..
    Tapi gak apalah, yang penting ceritanya bagus.

    Reply
  3. Aku pakai Indihome tapi buat internet doang, muahahaha.

    Soal sad ending, aku juga kurang suka.
    Anaknya baperan, muahahaha.

    Apalagi kalau tokoh utama sudah banyak menderita, terus tetaaaap saja menderita.
    Huuuaaaa…
    Pedih.

    Reply

Leave a Comment