Rukun Shalat yang Wajib Dilakukan dalam Islam, Wajib Tahu!

No Comments

Photo of author

By Gemaulani

Bagi umat muslim khususnya di Indonesia, tentunya tidak asing lagi buat kalian, apa sih rukun dalam shalat itu?. Kalau kamu masih baru baru belajar atau masih belum tau tentang rukun dalam shalat, tentang guys disini kita akan belajar bareng tentang rukun shalat.
Jika salah satu rukun dalam shalat tidak dikerjakan, maka shalat dianggap tidak sah berdasarkan syariat Islam.
Apalagi shalat merupakan tiang agama dan akan menjadi amalan utama yang dihisab pertama kali saat hari kiamat, seperti sabda Rasulullah SAW:
“Yang pertama kali akan dihisab dari seseorang pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, akan baik pula seluruh amalnya. Jika shalatnya rusak akan rusak pula seluruh amal perbuatannya.”
Rukun shalat yang wajib dilakukan

Rukun-Rukun Shalat

Pada dasarnya, jika salah satu rukun dalam shalat tidak dilaksanakan, maka shalat dianggap tidak sah berdasarkan syariat Islam. Sedangkan kita semua tahu bahwa shalat merupakan tiang agama dan akan menjadi amalan yang paling diperhitungkan saat hari kiamat. Berikut adalah rukun shalat dalam ajaran Islam secara berurutan:

1.Melaksanakan dengan Berdiri (Bagi yang Mampu)

Yang pertama yaitu melaksanakan shalat dengan posisi berdiri. Bagi yang sakit atau tidak mampu berdiri, tenang guys Islam tidak kaku kok!
 

2. Membaca Niat Dalam Hati

Niat melaksanakan shalat hanya karena Allah SWT, wajib dibacakan saat hendak mengerjakan shalat (Bisa dilakukan dalam hati).
 

3. Takbiratul Ihram

Takbiratul ihram adalah gerakan mengangkat kedua tangan ke samping telinga sambil mengucapkan takbir “Allahu Akbar” Artinya: “Allah Maha Besar.”
 

4. Membaca Al-Fatihah

Membacakan surat Al-Fatihah termasuk rukun shalat yang wajb dibacakan di setiap rakaat.
 

5. Rukuk Tuma’ninah

Geraka rukuk merupakan Gerakan membungkukkan badan dalam shalat, dengan posisi kedua tangan menyentuh atau seperti menyentuh kedua lutut. Rukuk harus dilakukan dengan tuma’ninah, yaitu berhenti sejenak tanpa terburu-buru melanjutkan gerakan selanjutnya.
Bacaan sebagai berikut: 
Subhaana rabbiyal ‘adziimi wabihamdih. (3 kali)
Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi dan segala puji bagi-Nya.”
 

6. Iktidal Tuma’ninah

Iktidal meruapakan gerakan bangun dari rukuk dengan posisi kembali berdiri tegak lurus menghadap kiblat, sambil membaca:
Sami’allaahu liman hamidah.
Artinya: “Allah Maha Mendengar terhadap orang yang memuji-Nya.”
 

7. Sujud dengan Tuma’ninah 2x

Ketika kita sedang sujud pastikan kedua lutut, telapak tangan, kening, dan hidung menyentuh lantai.
Bacaannya sebagai berikut:
Subhaana rabbiyal a’la wabihamdih. (3x)
Artinya: “Maha Suci Rabb-ku Yang Maha Tinggi, dan memujilah aku kepada-Nya.”
 

8. Duduk Di antara Dua Sujud 

Duduk antara dua sujud dilaksanakan dengan posisi duduk iftirasy, yaitu duduk di atas kaki kiri yang terlipat dan kaki kanan yang ditegakkan, dengan jari-jari ditekuk menghadap kiblat, sembari membaca:
Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.
Artinya: “Ya Allah ampunilah dosaku, sayangilah aku, cukupkanlah segala kekurangan dan angkatlah derajatku, berilah rezeki kepadaku, berilah aku petunjuk, berilah kesehatan kepadaku, dan berilah ampunan kepadaku.”

9. Duduk Tasyahud Akhir

Gerakan ini merupakan  Gerakan yang dilaksanakan setelah sujud kedua dan sebelum salam untuk mengakhiri shalat dengan posisi duduk tawaruk yakni kaki kiri melintang di bawah kaki kanan, telapak kaki kanan ditegakkan, dan jari-jari kaki ditekuk menghadap kiblat.
 

10. Membaca Tahiyat Akhir

Nah, rukun yang satu ini dibacakan pada saat tasyahud akhir dan bacaannya yaitu: At tahiyyaatul mubaarakaatush shalawaatuth thoyyibaatulillaah. As salaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullaahi wabarakaatuh, assalaamu’alaina wa’alaa ibaadillaahishaalihiin. Asyhaduallaa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammad rasuulullaah.
Artinya: “Segala kehormatan, keberkahan, kebahagiaan, dan kebaikan bagi Allah. Salam, rahmat, dan berkah-Nya kupanjatkan kepadamu wahai Nabi Muhammad. Salam (keselamatan) semoga tetap untuk kami seluruh hamba yang saleh-saleh. Aku bersaksi tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”
 

11. Membaca Sholawat Nabi

Pada saat posisi duduk tasyahud akhir, setelah melafalkan tahiyat akhir langsung dilanjutkan dengan membaca sholawat nabi yang berbunyi:
Allaahumma shalli’alaa Muhammad, wa’alaa aali Muhammad. Kamaa shallaita alaa Ibraahiim wa alaa aali Ibraahiim. Wabaarik’alaa Muhammad wa alaa aali Muhammad. Kamaa baarakta alaa Ibraahiim wa alaa aali Ibraahiim, fil’aalamiina innaka hamiidum majiid.
Artinya: “Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada keluarga Nabi Muhammad, seperti rahmat yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Dan limpahkanlah berkah atas Nabi Muhammad beserta para keluarganya, seperti berkah yang Engkau berikan kepada Nabi Ibrahim dan keluarganya. Engkaulah Tuhan yang sangat terpuji lagi sangat mulia di seluruh alam.”
 

12. Salam

Mengucapkan salam dilakukan dengan menggerakkan kepala ke kanan dan ke kiri (harus sesuai) dan mengucapkan: Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah. Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”
 

13. Tertib

Bisa diartikan tertib pada konteks rukun shalat yaitu melakukannya secara berurutan dan tidak boleh ada yang terlewat maupun terdahulu.
 
Semoga Bermanfaat, ya!
Mau tau sumber yang lebih lengkap dari penjelasan Rukun Shalat diatas? Yuk ke artikel selengkapnya. Dijamin lebih lengkap!
Kunjungi juga Website INDOZONE untuk konten-konten tentang keislaman dan berita penting dan bermanfaat lainnya. Jangan sampai kelewatan!

Leave a Comment