Serunya Belajar Menjahit dan Doodle

No Comments

Photo of author

By Gemaulani

serunya belajar menjahit dan doodle
Waktu teh Efi memberitahukan info tentang acara menjahit dan doodle
yang akan diselenggarakan oleh Kriya Indonesia, aku langsung tertarik.
Yay, kapan lagi bisa melihat mba Tanti Amelia ngedoodle secara langsung.
Fix, aku mau ikut walau sempet galau karena kata ‘menjahit.’ Iya,
anaknya cuma bisa kekecos pake jarum (jahit yang sobek dan kancing lepas). Mesin jahit mah mana pernah.
Meskipun di rumah ada mesin jahitnya mama. Tapi akhirnya nekad daftar
dan ikutan juga. Kesempatan bagus nggak boleh dilewatkan dong ya.
Sekalian biar belajar menjahit.

Mesin jahit cantik punyanya mba Maya
Ngomong-ngomong
soal menjahit, dulu … almarhumah nenek (dari mama) sering membuatkan
baju dan celana untuk dipakai sehari-hari. Mesin jahitnya masih yang
manual, nggak pake listrik. Dan setiap kali memakai baju buatan nenek,
aku selalu merasa bahagia, sangat bahagia. Pun kemarin, aku bahagia
karena berhasil menyelesaikan menjahit outer kimononya. Catet ya, 14
Januari 2017 … untuk pertama kalinya, aku berhasil menjahit pake
mesin, walau hanya jahitan lurus. Iya kalau jahit pake jarum aja mah
udah sering, dulu. Waktu jamannya mainan barbie #lawak yaa #tutupmuka #nggakbisajahit.

Dokumentasi pribadi
Bertempat
di Marlo Kitchen, detail jalannya nanti kutulis di bawah yaa. Sapa tahu
kamu kepingin juga ke sana. Da aku mah pengen lagi. Karena tempatnya,
membekas di hati tapi nggak kayak lagunya Laluna sama kayak acara menjahit dan doodlenya. Kurang
lebih ada 20 blogger dari Bandung, luar Bandung, dan aku mah apa atuh,
Bandung nyingceut (Nagreg) yang hadir dalam acara ini. Aku jadi agak
minder sih, karena … masih newbie, selain itu karena anaknya emang pemalu tapi kadang nggak bisa kontrol diri, jadinya malu-maluin. 

Dokumentasi pribadi
Ruangan-ruangan di Marlo Kitchen itu, hommy, nyaman, dan instagramable. Bikin betah. Itu cuma sebagian lho yang aku fotoin. 

Acara dibuka oleh Mba Astri Damayanti, founder Kriya
Indonesia. Karyanya mba Astri ini kece-kece lho, penasaran?
Kepoin aja IG-nya Kriya Indonesia. Nanti aku tulis di bawah yaaa. Mba
Astri ini ramah, baik dan sabar banget ngajarin cara motong baju
mengikuti pola dan pakai mesin jahitnya.

Dokumentasi pribadi
Selanjutnya,
ada pak Ray, selaku perwakilan dari Stabilo Indonesia yang memberikan
sambutan sekaligus memperkenalkan produk dari Stabilo. By the way, kalau nyebut-nyebut Stabilo ini, ingetnya pasti sama warna-warna highlighter yang
suka dipake buat nandain info-info penting. Entah di koran, LKS, buku
pelajaran, buku catatan. Jadi nama yang umum gitu ya, padahal yang
dipake belum tentu merek dari Stabilo #barusadar. Dan produk Stabilo
nggak cuma yang highlighter itu, tapi ada pensil (pensil 2B nya, aku
pernah pake pas UN SMP), pensil gambar, spidol, crayon juga permanent
marker.

Permanent marker dan pennya Stabilo ini bebas
dari xylene dan toluene. Bahan beracun yang jangka pendeknya bisa
menyebabkan iritasi, mual, sesak nafas. Dan jangka panjangnya, bisa
menyebabkan kerusakan otak dan kerusakan hati. Cara mengetahui adanya
kandungan xylene dan toluene itu dengan cara menempelkan spidol pada
styrofoam. Kemarin pak Ray membuktikannya, kalau produknya Stabilo itu
memang aman banget untuk dipakai segala usia. Karena nggak terjadi
perubahan apa-apa.

Setelah
pak Ray, berikutnya ada sambutan dari mba Maya, perwakilan dari Brother Indonesia.
Mba Maya mengungkapkan kalau beliau ingin mengedukasi dan meyakinkan
perempuan, selain sebagai ibu rumah tangga, juga bisa memiliki
penghasilan dari menjahit.

Perkenalan produk Brothernya dilanjutkan oleh pak Andi, dari dealer mesin jahit Brother di Bandung. By the way, sebelumnya
aku cuma tahu produk Brother itu, printer doang. Eh ternyata ada mesin
jahitnya ya #kudet. Mesin jahit Brother ini asal Jepang, kualitasnya
terjamin dan garansinya 3 tahun. Kalau kata mba Maya mah, cocok buat
berinvestasi. Rentang harganya dari 1,5 sampai 15 juta. Ada mesin jahit
yang bisa sekalian bordir juga lho. WOW banget yaa.

Eh
ada, owner Marlo Kitchen yang say hai juga lho. Kang Abu Marlo. Kalau
nggak tahu, kalian sungguh terlalu. Kang Abu Marlo bercerita, kalau di
Bandung itu ada 12 distrik anak jalanan. Dan beliau sedang mengelola
salah satu rumah singgahnya di Dago. Jadi anak-anak tersebut diberikan
pendidikan sesuai passion mereka. Di sana juga ada semacam workshopnya.
Banyak yang senang menjahit.

Perkenalan
sudah, dan saatnya mulai menjahit. Eh lupa, sebelum acara dimulai, tadi
dibagikan dulu bahan untuk menjahitnya. Ada kain, tas berisi benang,
dan pola. Kainnya sudah dilipat sedemikian rupa, jadi kita tinggal
tempelin polanya pake jarum pentul, kemudian gunting. Mba Astri bilang
kalau menjahitnya yang dasar aja kok, yaitu … jahit lurus. Tapi ya,
buat aku mah tetep aja rasanya sungguh berat. Aseli tanganku gemeteran
pas menggunting. Apa kabar kalau nggak dikasih pola. Sumpah, aku nervous.
Dokumentasinya teh Alma Wahdie
Karena
mesin jahitnya itu cuma ada delapan unit, jadi yang belum kebagian
mesin jahit, dipersilahkan ngedoodle bareng mba Tanti di ruangan
sebelah. Tapi sebelumnya aku photo dulu nih sama pak Ray, Syifa, teh
Alma dan mba Maya dengan outer yang baru selesai di gunting.

  

Karena mejanya nggak muat, jadilah kita ngedoodle di
lantai #yangpentinghappy. Boleh pilih mau pake permanent marker dan pen
yang warna apa. Aku pilih pink, hijau, biru dan hitam. Pertama-tama
bikin kotak dulu, biar rapi. Pake warnanya yang cerah, biar kalau salah
bisa ditimpa pake warna hitam #ilmudarimbaTanti. Kemudian bikin setengah
lingkaran dan lingkaran.

Dokumentasinya teh @sallyfauzi
Ini
mba Tanti lagi ngajarin bikin ekspresi wajah. Aku nurutan tapi nggak
bisa, akhirnya jadi ngedoodle sesuka hati aja. Sambil fokus ngedoodle,
mba Tanti juga bercerita plus tanya jawab soal doodle. Doodle
muncul pertama kalinya pada abad-17 sebagai kode rahasia dan memilili
arti bodoh. Pertama kali munculnya di dalam lirik lagu ‘Yankee Doodle.” 

“Teh, kalau yang gambar garis-garis itu, doodle, juga?”
“Itu namanya Zentangle.”

Ternyata
Zentangle itu beda sama doodle. Doodle kan seni mencoret sesuai suasana
si empunya. Kalau Zentangle, semua gambar dibuat secara simetri dan
berulang. Pengen tahu yang lebih lengkap, kepoin aja blognya mba Tanti.

Menggambar,
ngedoodle … baik buat kesehatan. Jadi, sebagai luapan emosi jiwa
gitu. Kepribadian seseorang juga bisa dilihat dari doodlenya lho.
Kemarin kalau nggak salah, kata mba Tanti yang suka gambar garis-garis
lurus itu orangnya emosian #nahlho. Setelah bikin ekspresi wajah ala
bunga-bunga, selanjutnya ditambahin akar dan daun.

Nah
itu doodle di outerku. Hasilnya nggak akan sebagus ini kalau nggak
dikasih masukan sama mba Tanti buat ditebelin. Yang sebelah kanan
dirapiin mba Tanti #inikiri. Hwaa, seneng. Dan suka banget deh sama
warna dari Stabilo yang cerahnya bikin adem. Dan jangan takut luntur.
Soalnya udah diuji sama mba Tanti dan tim Kriya Indonesia. Di rendem
semalaman gitu.

Dokumentasi pribadi : Soto betawi
Saking
asyiknya ngedoodle, sampai nggak sadar udah jam makan siang. Aku pilih
menu soto betawi. Porsinya yaitu, bikin kenyang dan rasanya uenak.
Dagingnya lembut, bumbu-bumbunya pas. Minumnya ice lemon tea #seger jadi
fokus lagi deh buat lanjut ke tahapan jahit karena mesin jahitnya mulai
ada yang nganggur.

Karena ragu, aku malah duduk sambil
ngeliatin mesin jahitnya. Kemudian beralih liatin mba Astri menjahit,
teh Dey dan teh Ima. Akhirnya pindah tempat lagi ke depan mesin jahit
yang lain. Really, aku harus nyoba jahit? Itulah sekiranya yang
ada dalam hati. Karena diyakinkan teteh-teteh yang lain dan hasil tadi
ngeliatin teteh-tetehnya menjahit, akhirnya aku pun mulai mencoba.

Oh
ya, tadi kan ada sisa ngegunting itu. Nah belajar jahit lurusnya di
situ dulu. Kalau udah yakin, baru deh jahit outer kimononya. Pas nyoba
di kain sisa itu, asli nggak nyangka kalau menjahit itu menyenangkan.
Pas nginjek pedal itu, berasa lagi nggak nginjek pendal. Suaranya halus,
ada lampu lednya, bisa pilih model jahitannya. Ada tombol angkat jarum,
dan gunting. Pasang benangnya juga lho, simpel. Simpel tapi aku lupa
wae, jadinya nanya terus ke mas-mas dari dealer Brother #tutupmuka. Ternyata menjahit pake mesin teh menyenangkan kalau mesinnya canggih begini #jadipengenpunya.

Dokumentasinya teh +Ida Tahmidah  Mesin jahit brother NV-980D
Pas
lagi asyik jahit outernya, teh Euis nanya harga mesin jahitnya satu
persatu. Dan betapa kagetnya aku. Iya, yang aku pake itu seri NV-980 D
(mesin jahit dan mesin bordir disney). Harganya 15 juta. Mak, eneng baru
pertama kali menjahit langsung nyobain mesin jahit canggih dan mahal
#tereakdalamhati. Mesin jahit yang ini punya 129 jahitan dan 196 desain
bordir. TOP markotop ya.

Setelah outernya selesai di jahit dan di gambar, akhirnya rangkaian acara berakhir dengan sesi foto-foto. Kemudian pulang dengan hati senang karena membawa outer kimono yang sudah di doodle plus tas berisi benang tadi.

Dokumentasinya teh Alma Wahdie
Thanks
to Kriya Indonesia, Brother Indonesia, Stabilo Indonesia, Mba Astri
Damayanti, Mba Tanti Amelia dan dealer Brother di Bandung, Jaya Mesin
Bandung dan Marlo Kitchen. Aku mendapatkan pengalaman luar biasa
menyenangkan hari itu.

Akun IG terkait :
@kriyaindonesia
@brotherindonesia
@stabiloindonesia
@jayamesinbdg
@marlo_kitchen

Marlo Kitchen – Dokumentasi Pribadi

Marlo kitchen ini ada di jl. Tamblong no. 48-50, kb. Pisang, Bandung, 40112. Nggak jauh dari Braga dan Asia-Afrika.

Leave a Comment