Ini Kisah Tentang Aku

By Gemaulani

Ini kisah tentang aku yang cintanya kandas slalu #autonyanyi. Iya, ini kisah tentang aku, tentang 5 fakta yang ada dalam diriku. 5 dari sekian banyak fakta yang ada, yang mana awalnya ku bingung mau menuliskan yang mana. Dan sebagian besar faktanya merujuk kepada hal jelek. Yang baiknya biarlah kamu yang menilai sendiri bagaimana aku itu. Mari, tanpa berlama-lama lagi, akan kubagikan 5 buah fakta tentang aku padamu. Ku harap kamu menjadi maklum dan enggak membuatmu meninggalkanku *eh naon. 
1. Kurang percaya diri dan sensitif
Jika menilik-nilik eh melihat beberapa tahun ke belakang, mungkin kamu akan menemukanku nyaris sering menunduk di keramaian. Rasanya enggak punya keberanian untuk melihat ke sekeliling. Dan juga terlalu sensitif untuk diajak bercanda. Yang akhirnya segala sesuatu banyak dipendam sendiri dan berakhir dengan menangis.
Sesungguhnya pada saat ini pun, rasa kurang percaya diri itu masih ada, namun enggak sebesar dulu. Kalau dulu sering dibilang sombong karena jarang senyumin atau menyapa orang lain terlebih dahulu. Sekarang sih udah lebih berani dan ya sebodo amat mau dibalas senyum atau enggak. Aku juga enggak sesensitif dulu kecuali emang kalau moodnya lagi jelek.
2. Jarang keluar rumahKamu mungkin enggak tahu betapa excitednya aku kalau ada kesempatan buat keluar rumah dan cukup jauh. Karena sering menemukan hal-hal yang bisa dijadikan pembelajaran. Rasanya cukup menyenangkan karena hampir setiap hari ku melakukan segala aktivitas dari dalam rumah, lebih tepatnya kamar. Melihat matahari pun aku jarang. Ini bukan karena aku jadi “pengangguran” akut bertahun-tahun lamanya lho ya. Ya karena sejak kecil pun aku emang jarang keluar rumah. 
Enggak tahu kenapa aku merasa dunia luar di sekitaran rumah itu enggak aman, ramah dan nyaman buat aku. Rasanya emang lebih baik di dalam rumah aja. Baca buku, baca blog orang seringnya tanpa meninggalkan jejak. Kemudian nonton film, mencari kuis berhadiah yang syaratnya enggak ribet, main game dan main sama kucing.
3. Dibully gendut sejak SD
Iya, aku dibully eh dijuluki gendut sejak masih kelas 5 SD. Yang mana saat itu sampai kelas sebelas SMK pun antara berat badan sama tinggi badan masih ideal lho, tapi ya tetap aja dibully gendut. Sampai akhirnya jadi gemuk akunya dan ada yang nyeletuk, “kok kamu sekarang gendut sih, dulu kan langsing!” Ku pengin ngakak sungguh, kapan kapan kamu pernah bilang aku langsing? 
Setelah baca kbbi, kok aku rasanya kurang nerima kalau dikatai gendut. Karena gendut itu buat ibu hamil, itu lho maksudnya perutnya buncit. Sementara aku mah enggak, buncit sih kalau lagi masuk angin palingan. Hahaha. Aku masuknya ke gemuk. Walau kalau kata standar BMI mah obesitas. 
4. Suka kucingAku suka kucing, suka gendong-gendong, elus-elus, cium-cium kening kucing, bobo sama kucing dan terserah orang mau bilang apa. Sekalipun diingatkan soal blablabla kalau terlalu dekat sama kucing. Aku tetap suka kucing dan mungkin kamu enggak tahu betapa kucing bisa mengurangi stres dan juga sering ku ajak bicara juga bercanda. Pokoknya aku suka kucing, penyayang kucing. Kucing aja aku sayang, apalagi kamu *eh.
5. Jarang mandi
Ku lupa tepatnya kapan ini mulai terjadi, yang pasti ku memang termasuk orang yang malas mandi. Bukan, bukan demi menghemat air, sabun ataupun shampo. Tapi yang memang malas aja. Apalagi kalau memang enggak pergi ke mana-mana. Apalagi ditambah sekarang musim hujan. Jangan mandi sehari 3 kali. Sehari sekali aja udah alhamdulillah. Iyalah, aku mah mandinya enggak sampai sepuluh menit, tapi mengumpulkan niatnya bisa sampai seharian.

Tinggalkan komentar