Cinta dan Senja, Tugas Pertama

By Gemaulani

Inilah adalah beberapa tugas mingguan yang di buat untuk mengikuti Gradien Writer Audition 2012 dan aku gagal di tugas terakhir. Tapi aku senang bisa mengikuti audisi ini sampai tugas terakhir.

Senja di Pantai
      Aku berjalan sendiri menyusuri jalan-jalan ramai
disekitar pantai Pangandaran sore itu, disepanjang jalan terdapat banyak
pedagang yang menjual aneka ragam makanan dan pernak pernik khas daerah Pangandaran.
Aku melihat banyak turis mancanegara yang berlalu-lalang menggunakan sepeda. Di
bawah pohon besar yang mungkin usianya sudah mencapai puluhan tahun lamanya,
aku memperhatikan seorang wanita paruh baya yang menjajakan kerang hasil
olahannya, meskipun banyak orang yang belalu-lalang, tapi tidak ada satu pun
yang berhenti untuk membeli kerang yang dijajakannya. Aku sangat merasa sedih
melihat keadaan itu, aku pun menghampirinya dan membeli sedikit kerang yang ia
jajakan. Wajah wanita paruh baya itu terlihat berseri ketika aku membeli kerangnya,
aku cukup bernafas lega bisa melihat rona wajah bahagianya.
Aku melanjutkan perjalananku menuju pantai, aku
sengaja berjalan kaki agar bisa menikmati keindahan pantai di waktu senja tanpa
harus bersusah payah mengayuh sepeda. Aku pun tiba di pantai untuk menikmati
suasana senja yang indah sore itu. Aku melepas alas kakiku dan mulai berjalan
diatas pasir yang lembut. Disekitar pantai banyak anak-anak kecil bermain pasir
dan air dengan wajah yang riang gembira menikmati suasana pantai di sore hari.
Aku terus berjalan mendekati pantai, hingga akhirnya aku memutuskan untuk duduk
diatas pasir yang basah tersapu air laut. Aku memalingkan pandanganku ke arah
sepasang muda mudi yang tengah dilanda asmara, mereka terlihat menikmati
suasana senja di pantai sore itu. Hembusan angin yang bertiup perlahan menambah
indahnya suasana disekitar pantai.

            Aku
begitu menikmati suasana senja di pantai sore itu, walaupun aku sendiri tapi
aku merasa sangat bahagia, perasaanku sangat berbunga-bunga menikmati indahnya
senja di pantai saat itu, senja yang indah diiringi deburan ombak yang
bergulung, seakan turut berbahagia dikala senja tiba. Pandanganku lurus tertuju
ke depan untuk menantikan peristiwa tenggelamnya matahari yang menunjukkan
bahwa siang akan berganti malam dan cahayanya akan digantikan oleh sang
rembulan. Aku sangat menikmati suasana senja di pantai ini, karena kesempatan
ini sangat jarang sekali aku dapatkan selama ini. Tiba-tiba aku mendengar
teriakan yang begitu keras memanggil-manggil namaku, aku sangat kaget dan
ketakutan mendengar suara itu, perlahan-lahan aku mencari sumber suara teriakan
yang memanggil namaku itu. Ku lihat ada dua orang yang berdiri tidak jauh dari
belakangku, aku memperhatikan dengan seksama wajah mereka, ternyata itu adalah
ibu dan kakakku yang bersusah payah mencariku yang pergi ke pantai tanpa pamit
kepada mereka. Aku hanya tersenyum malu ketika ibu dan kakak laki-lakiku
mendekati aku dan duduk disebelahku. Mereka terlihat sangat mengkhawatirkanku,
aku segera memeluk erat tubuh ibu. Suasana senja di pantai saat itu pun menjadi
saat-saat bahagiaku bisa menikmati senja itu bersama ibu dan kakakku.

Gilang Sedang Jatuh Cinta
            Gilang,
yang mendengar nama ini untuk pertama kalinya dan tidak mengenal sama sekali
seperti apa orangnya dan bagaimana wujudnya. Kalian pasti berfikir kalau aku
adalah seorang laki-laki, tapi itu salah besar, aku adalah seorang gadis remaja
berusia belasan tahun. Aku tidak mengerti mengapa kedua orangtuaku memberiku
nama gilang, tapi itu tidak begitu menjadi maslah untukku karena nama adalah
sebuah do’a dari orangtua.
            Ketika
aku beranjak remaja dan mulai memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama, itu
pertama kalinya aku merasakan rasanya jatuh cinta, perasaan yang belum pernah
ku rasakan sebelumnya, bisa dibilang aku jatuh cinta pada pandangan pertama
kepada seorang cowok yang berkulit hitam manis dan memiliki saudara kembar itu,
aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Walaupun sikapnya begitu dingin
terhadapku, tapi aku tidak peduli karena bila gilang sedang jatuh cinta yang
ada hanya perasaan bahagia bisa berada didekatnya.
      Tanpa
ku sadari, aku tersenyum-senyum sendiri sembari bertopang dagu dan tidak
memperhatikan pelajaran Biologi saat itu, aku sangat kaget ketika teman
disebelahku menyikut tanganku, aku pun segera tersadar dari lamunanku tentang
dirinya saat itu, aku sangat malu bukan main saat itu. Temanku bertanya, kamu
kenapa senyam senyum sendiri udah kayak orang gila, aku hanya tersenyum ke arah
temanku dan menggelengkan kepala, aku segera mengalihkan pandanganku kembali ke
arah cowok yang aku sukai itu, aku sangat bahagia ketika melihat dia tersenyum
dan tertawa bahagia bersama teman-temannya.
            Pelajaran
Biologi pun usai dan disambung dengan pelajaran seni dan budaya, saat itu kelas
kami ditugaskan untuk membuat kelompok untuk menari. Aku dan keempat teman
lainnya sepakat untuk menari dengan iringan lagu dari agnes monica yang
berjudul tak ada logika, aku begitu gugup saat kelompok kami dipanggil ke
depan, aku sangat gugup karena dia berada dihadapanku dan tersenyum manis. Aku
dan teman-temanku pun mulai menari, selesai menari aku dan teman-temanku
kembali ke tempat duduk. Langit terlihat begitu cerah dari jendela ruangan
kesenian, begitupun hatiku sangat cerah, penuh warna dan sangat berbunga-bunga
bisa melihat dia tersenyum dan duduk disamping kananku. Meskipun dia hanya
terdiam dan tak mengatakan apapun kepadaku, aku memandanginya sesekali dan
tersenyum-senyum sendiri kemudian memalingkan wajahku ke arah jendela dan
memperhatikan burung-burung kecil yang terbang bebas sambil berkicau,
seolah-olah bernyanyi dan menari riang gembira melihat aku duduk disamping dia.
           Satu
hal yang aku dapatkan adalah ketika gilang sedang jatuh cinta, rasa malu pun
bisa berubah menjadi keberanian. Dan segala kesedihanku bisa terlupakan dan
berubah menjadi rasa bahagia yang tak ternilai harganya. Ketika itu seorang
teman membuyarkan lamunanku dan aku tidak sengaja memegang tangan dia karena
kaget, teman-teman lain yang menyaksikan itupun menyoraki aku dan dia, wajahku
pun berubah menjadi merah merona karena malu, begitupun dia. Aku segera meminta
maaf padanya dan dia hanya tersenyum. Itulah bila gilang sedang jatuh cinta
kerjanya hanya melamunkan si dia.

Leave a Comment