Kucing Abu abu – Buciku

No Comments

Photo of author

By Gemaulani

Dibandingkan menulis kehilangan teman, aku lebih memilih kehilangan  tentang kucing abu abu bernama Buci. Dia yang biasanya mendengarkan aku bicara, walau sudah jelas ia tak bisa memberi saran ataupun menenangkanku. Setidaknya dia bisa menjaga rahasia dan kupeluk kapanpun aku mau. Tapi sekarang, sekarang dia tak ada. Menghilang entah ke mana, dan aku masih berharap dia kembali.

Baca Juga : Kamu Di Mana?

Aku masih berharap dia akan membangunkanku dengan suara cemprengnya, tepat di depan pintu kamar. Minta dibukakan pintu untuk masuk ke rumah. Bahkan mencakar-cakar bunga-bunga kertas yang kubuat. Tak mengapa asalkan dia kembali. Kembali menemani aku. Kembali membuat rumah ini ramai dengan suaranya.

kucing abu abu tua

Baca Juga : Memelukmu Dalam Mimpi

Buci, kucing abu-abu tua nyaris hitam kesayanganku yang baru berumur satu koma empat tahun. Yang telah menghilang selama satu bulan lewat empat hari. Kuharap kamu masih hidup dan baik-baik saja. Aku kehilangan dirimu, aku merindukanmu. Rindu bermain denganmu. Rindu mengusap kepalamu. Rindu menggendong dan memeluk kamu.

Leave a Comment